# Jurnal Bany Uprealband
## 9 Oktober 2026
### Part 5: Ketika Anak Meminta Dibuatkan Komik dengan AI
Pagi itu, anak gue mengirim pesan WhatsApp, meminta dibuatkan komik menggunakan AI untuk tugas sekolah.
Gue meminta adegan atau cerita yang dibutuhkan, lalu membantu membuat komiknya. Proses yang dahulu membutuhkan banyak tahapan manual kini bisa dilakukan jauh lebih praktis.
Pengalaman sederhana tersebut langsung mengingatkan gue pada komik Uprealband yang dikerjakan sekitar 2010.
Dulu, membuat komik berarti menghabiskan waktu untuk mengedit foto, mencari font, menyusun panel, dan membuat balon percakapan secara manual. Sekarang, sebagian proses itu bisa dipercepat dengan bantuan AI.
Perbedaan tersebut terasa nyata karena gue pernah mengalami kedua situasinya.
Namun, kemudahan teknologi bukan berarti seluruh pekerjaan selesai tanpa pemikiran. Cerita tetap perlu diarahkan, adegan perlu disesuaikan, dan hasilnya harus diperiksa.
AI mempercepat sebagian proses, tetapi manusia tetap menentukan apa yang ingin disampaikan.
Teknologi berubah, alat kerja berkembang, dan cara berkarya ikut berubah. Pengalaman membuat komik pada 2010 menjadi pengingat bahwa kreativitas juga berarti memanfaatkan apa yang tersedia pada zamannya.
🎧 Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkan
