Dalam wawancara bersama Rinjani Radio Depok, Bany selaku vokalis Uprealband menanggapi pertanyaan tentang penggunaan AI dalam karya-karya terbaru mereka.
Menurut Bany, ia memahami kenapa sebagian musisi merasa AI bisa meremehkan insan musik. Karena saat ini teknologi memungkinkan seseorang membuat lagu lengkap hanya lewat beberapa perintah sederhana.
“Sekarang orang tinggal bilang bikin lagu tema tertentu, langsung jadi musik sampai vokalnya. Saya paham kenapa itu bikin banyak musisi khawatir,” ujar Bany.
Namun di sisi lain, Bany menjelaskan bahwa kondisi Uprealband saat ini juga tidak lagi sama seperti saat band ini dibentuk tahun 2004. Usia personil, pekerjaan, keluarga, dan perubahan prioritas hidup membuat proses bermusik tidak selalu bisa dilakukan seperti dulu.
Alih-alih melawan perkembangan teknologi, Uprealband memilih memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi ulang karya-karya lama mereka, terutama lagu-lagu dari album EVOLUTION 2009.
“Kami bukan ingin mengganti identitas band dengan AI. Justru kami mencoba membawa lagu-lagu lama kami supaya tetap bisa hidup dan relevan dengan pendekatan musik masa kini,” jelasnya.
Bany juga menambahkan bahwa sejak dulu Uprealband memang selalu tertarik mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
“Kalau ada yang mengikuti perjalanan Uprealband dari dulu, pasti tahu kami memang selalu senang bereksperimen dengan perkembangan teknologi. Waktu era Symbian, kami pernah bikin aplikasi Symbian sendiri. Saat Android mulai berkembang, kami juga ikut bikin aplikasi, bahkan sempat ada di Google Play,” katanya.
Menurut Bany, pendekatan terhadap AI sekarang bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul, melainkan bagian dari kebiasaan lama Uprealband yang selalu mencoba beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menariknya, Bany juga menyinggung bahwa nama album EVOLUTION yang dirilis tahun 2009 kini terasa seperti menggambarkan perjalanan band mereka sendiri.
“Kalau dipikir-pikir lucu juga. Dari dulu kami memang terus berevolusi mengikuti zaman. Dulu mungkin nama EVOLUTION cuma terdengar keren buat album, tapi sekarang malah terasa nyambung sama perjalanan Uprealband sendiri. Aneh, tapi nyata,” ujarnya sambil tertawa.
Bany juga menegaskan bahwa AI dalam proses kreatif Uprealband hanya digunakan sebagai bagian dari eksplorasi produksi. Arah lagu, rasa, lirik, hingga karakter karya tetap dikurasi langsung oleh Uprealband.
Selain mengembangkan ulang materi lama, beberapa lagu yang dulu belum sempat menemukan bentuk terbaiknya juga mulai dicoba dihidupkan kembali dengan bantuan teknologi sekarang.
Menurut Bany, tantangan terbesar justru bukan soal teknologi itu sendiri, melainkan keraguan pendengar terhadap identitas karya tersebut.
“Kadang kami malah khawatir orang mengira itu bukan karya Uprealband. Padahal ide, rasa, dan perjalanan di balik lagu itu tetap berasal dari kami,” katanya.
Di akhir wawancara, Bany menyampaikan bahwa bagi mereka, teknologi hanyalah alat. Sama seperti perubahan dari era analog ke digital, dari tape recorder ke software rekaman modern.
“Buat kami, yang penting bukan alatnya, tapi apakah karya itu masih punya nyawa dan cerita dari manusia di belakangnya.”
🎧 Original by uprealband
Alt link:
© 2026 Uprealband. All Rights Reserved.
Komentar
Posting Komentar