Setelah melewati fase Reflexion Management dan ReflexionPromosindo.com, gue mulai melihat satu kebutuhan yang lebih sederhana.
Kalau memang mau membantu band dan event, kenapa nggak bikin nama yang dari awal langsung menjelaskan fungsinya?
Waktu itu Google lagi jadi salah satu pintu utama orang mencari informasi.
Jadi gue berpikir secara praktis.
Kalau orang mencari:
“info event”
atau
“info band”
kenapa nama websitenya nggak langsung memakai kata-kata itu?
Akhirnya lahirlah:
**InfoEventBand.com.**
Namanya memang nggak neko-neko.
Info.
Event.
Band.
Selesai.
Hahaha.
Tapi justru karena sederhana, orang bisa langsung menangkap kira-kira website ini tentang apa.
Dan yang penting, InfoEventBand.com bukan EO.
Gue bukan sedang membuat perusahaan event organizer.
Konsepnya lebih ke media support dan media promosi.
Ada band yang punya acara.
Ada EO yang sedang mengadakan event.
Ada informasi yang ingin disebarkan.
Ya sudah, gue bantu sebarkan.
Lama-lama ternyata responsnya mulai berkembang.
Bukan cuma dari sekitar Depok.
Band dari berbagai daerah mulai berinteraksi.
EO juga mulai mengenal InfoEventBand.com.
Ada yang mengirim informasi event.
Ada yang mengirim karya.
Ada yang meminta bantuan promosi.
Dan akhirnya website ini mulai punya kehidupan sendiri.
Yang menarik, orang-orang mengenal nama:
**InfoEventBand.com.**
Tapi di balik nama itu sebenarnya cuma ada satu admin yang mengurusnya.
Ya...
gue.
Waktu itu gue memang sengaja tidak terlalu menonjolkan hubungan InfoEventBand.com dengan Uprealband.
Bukan karena mau pura-pura bukan orang yang sama.
Ada alasan yang lebih sederhana.
Gue ingin informasi dan karya yang masuk bisa dilihat sebagai informasi dan karya itu sendiri.
Bukan langsung dinilai berdasarkan siapa yang ada di belakangnya.
Kalau orang tahu sebuah media itu punya hubungan dengan Uprealband, bisa saja muncul penilaian tertentu sebelum mereka melihat isinya.
Apakah itu benar-benar terjadi atau tidak?
Gue juga nggak bisa memastikan.
Tapi setelah mengalami beberapa kejadian sebelumnya, gue merasa lebih nyaman kalau InfoEventBand.com berdiri dengan identitasnya sendiri.
Jadi ketika gue menghubungi band atau pihak lain, yang tampil di depan mereka adalah nama:
**InfoEventBand.com.**
Bukan nama pribadi gue.
Bukan juga membawa-bawa nama Uprealband di setiap komunikasi.
Dari situ pekerjaan gue malah semakin menarik.
Karena InfoEventBand.com bukan cuma tempat membagikan informasi.
Karya dari band-band mulai masuk.
Dan gue harus mendengarkannya satu per satu.
Puluhan karya.
Berbagai genre.
Berbagai karakter band.
Ada yang langsung menarik perhatian.
Ada yang biasa saja.
Ada juga yang sebenarnya bagus, tapi akhirnya tidak bisa masuk karena jumlah slot terbatas.
Di titik itu gue mulai belajar satu hal yang cukup sederhana:
Memilih karya orang lain ternyata tidak sesederhana mengatakan bagus atau jelek.
Karena ketika pilihan dibatasi, kadang masalahnya bukan lagunya.
**Kursinya saja yang cuma sepuluh.**
Dan dari sinilah cerita berikutnya dimulai.
Bagaimana seorang admin media akhirnya harus mendengarkan karya band dari berbagai daerah, melakukan kurasi, dan menentukan mana yang masuk.
Bukan sebagai hakim musik.
Bukan sebagai orang yang merasa paling tahu.
Cuma sebagai satu orang yang sedang mendengarkan banyak karya dalam satu waktu.
**Adminnya gue.**
Lanjut ke Part 5.
**ROCK N REAL.**
🎧 Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkan
