29 November 2013.
Saat itu InfoEventBand.com menjadi media support sebuah lomba nyanyi. Pihak EO meminta perwakilan InfoEventBand.com untuk ikut menjadi juri.
Karena gue yang mengelola InfoEventBand.com, akhirnya gue yang datang.
Tapi ada satu hal yang gue lakukan selama beberapa peserta tampil.
Gue merem.
Bukan karena ngantuk.
Gue cuma ingin mengurangi sebanyak mungkin informasi dari luar, supaya bisa lebih fokus mendengarkan.
Wajah, penampilan, gaya panggung, semuanya sementara gue hilangkan.
Yang tersisa cuma suara, lagu, lirik, dan cara penyanyi menyampaikannya.
Sampai akhirnya gue bilang:
“Saya sih sebenarnya gak begitu jago nyanyi. Dari tadi saya sengaja merem pas kalian tampil, supaya saya bisa fokus dengerin. Terkadang ini bukan cuma tentang merdu atau enggak, tapi bagaimana saat saya merem, penyanyi itu bisa menjiwai tiap liriknya. Nah, apakah saat mata saya merem, pesan lagu itu tetap sampai ke saya?”Dan ternyata setelah ngomong begitu, satu ruangan malah tepuk tangan.
Dalam hati:
“Lah, yang nyanyi siapa, yang ditepukin malah gue?”
Hahaha.
Tapi pengalaman itu ternyata masih relevan sampai sekarang.
Karena ketika kita mendengarkan sebuah karya, sering kali kita sudah membawa banyak informasi sebelumnya.
Kita tahu siapa yang menyanyi.
Kita lihat wajahnya.
Kita tahu namanya.
Kita lihat thumbnail-nya.
Kita lihat jumlah views-nya.Baru kemudian kita mendengarkan.
Padahal sesekali mungkin menarik untuk membalik urutannya.
Dengarkan dulu.
Baru lihat siapa yang membuatnya.
Dan sekarang, bertahun-tahun kemudian, konsep itu muncul lagi dalam bentuk empat orang Uprealband memakai penutup mata.
Awalnya cuma thumbnail.
Ternyata malah mengingatkan pada satu kejadian dari 2013.
Kadang kita memang perlu merem sebentar.
Bukan supaya tidak melihat.
Tapi supaya bisa mendengarkan.
ROCK N REAL.
🎧 Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkan

