# Jurnal Bany Uprealband
## 9 Oktober 2026
### Part 3: Kontekstualisasi Zaman
Salah satu pelajaran penting dari proses dokumentasi sejarah ini adalah perlunya memahami konteks zaman.
Teknologi pada 2026 sudah memungkinkan banyak pekerjaan kreatif diselesaikan dengan bantuan AI dalam waktu singkat. Namun, keadaan pada 2010 jelas berbeda.
Ketika membuat komik Uprealband pada masa itu, gue harus mengerjakan berbagai hal secara manual. Foto diedit agar terlihat seperti sketsa, font dicari dan diunduh, font dipasang ke komputer, panel disusun, lalu balon percakapan dibuat satu per satu.
Keterbatasan perangkat juga menjadi bagian dari proses. Laptop yang digunakan tidak memiliki kemudahan seperti perangkat dan layanan yang tersedia sekarang.
Koneksi internet mengandalkan internet seluler dari ponsel yang ditambatkan ke laptop melalui Bluetooth. Koneksi bisa tidak stabil, ponsel bisa panas, dan baterainya ikut terkuras.
Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sepele jika dinilai dari kondisi sekarang. Padahal, itulah bagian dari tantangan kreatif pada zamannya.
Karena itu, sejarah tidak cukup dinilai hanya berdasarkan hasil akhirnya. Proses, alat yang tersedia, kondisi teknologi, dan keterbatasan saat itu juga harus dipahami.
Membuat komik pada 2010 dan membuat komik pada 2026 adalah dua pengalaman yang berbeda. Bukan berarti salah satunya otomatis lebih baik, melainkan kondisi kerja dan pilihan yang tersedia memang sudah berubah.
jadi, menurut gue, agak kurang bijak menilai perjuangan tahun 2004 dinilai dengan sudut pandang tahun 2026
🎧 Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkan
