WEBSITE RESMI · DEPOK · SEJAK 2004

UPREALBAND

Band indie asal Depok sejak 2004.
Musik, cerita, proses, dan perjalanan yang terus berjalan.

UPREALBAND
2004—NOW

01 / PINTU UTAMA

Website resmi Uprealband untuk membaca cerita, mendengarkan karya, dan mengikuti apa yang sedang terjadi.

Masuk ke Karya →
02 / UPDATE TERBARU

Yang baru
ditulis.

Catatan dari ruang produksi, arsip lama, dan hal-hal yang belum selesai.

Dari Jammin On The Street ke GIG MODE: Jejak Nyata di Balik Sebuah Konsep


Ketika pengalaman panggung kembali teringat

Pada 2026, Uprealband mengembangkan sebuah konsep bernama **GIG MODE**. Format ini menghadirkan pengalaman mendengarkan musik dengan nuansa pertunjukan langsung, lengkap dengan sapaan panggung, celetukan antarpersonel, interaksi dengan penonton, dan cerita di balik lagu.

GIG MODE bukan sekadar musik yang dimainkan dengan suasana panggung. Di dalamnya, percakapan, spontanitas, dan cerita perjalanan band menjadi bagian dari pengalaman mendengarkan. Ke depannya, sebelum membawakan lagu, Bany juga dapat menceritakan latar belakang lagu, tahun perilisan, atau kejadian yang berkaitan dengan perjalanan Uprealband.

Ketika mengembangkan konsep tersebut, Bany mengingat kembali pengalaman panggung yang pernah dijalaninya. Salah satunya adalah penampilan Uprealband di acara Jammin On The Street sekitar 2005.

Saat itu, Bany tidak sedang mendengarkan rekaman lama sebagai bahan untuk merancang GIG MODE. Ia mengingat kembali kejadian yang pernah dialaminya sendiri. Setelah konsep GIG MODE terbentuk, barulah ia mencari rekaman penampilan tersebut.

Pencarian itu akhirnya mempertemukannya kembali dengan dokumentasi audio yang menyimpan suasana panggung Uprealband pada masa lalu.

## Jammin On The Street, sekitar 2005

Sekitar 2005, Uprealband pernah tampil di acara Jammin On The Street di Jalan Margonda Raya, Depok. Salah satu bagian penampilan yang kembali menarik perhatian adalah ketika Bany menyampaikan orasi panjang di tengah lagu **“Yang Kan Abadi (lelah)”**.

Dalam rekaman tersebut, Bany beberapa kali mengajak penonton ikut bernyanyi. Ia mengulang bagian lagu, memberikan aba-aba, dan meminta penonton mengikuti nyanyiannya.

Di sela-sela ajakan itu, Bany juga menyampaikan pemikirannya tentang lagu ciptaan sendiri dan bagaimana penonton menikmati karya band yang belum tentu mereka kenal sebelumnya.

Salah satu kalimat yang terdengar dalam rekaman adalah:

> “Kadang-kadang kita yang senang, di sana enggak mengerti.”

Bany membicarakan situasi ketika sebuah band begitu menikmati lagu ciptaannya sendiri, sementara penonton belum tentu mengenal lagu tersebut atau mengetahui bagian mana yang bisa mereka nyanyikan.

Karena itu, ia terus mengajak penonton untuk ikut bernyanyi. Bagian lagu diulang, aba-aba diberikan, dan interaksi berlangsung di tengah penampilan.

Bany juga berbicara tentang pentingnya menghargai karya orang lain. Ia meminta penonton tidak hanya menikmati lagu yang sudah dikenal, tetapi juga memberi kesempatan kepada karya band yang mungkin baru mereka dengar malam itu.

Orasi tersebut menjadi bagian dari penampilan Uprealband. Bany tidak hanya menyanyikan lagu, tetapi juga berbicara langsung kepada penonton dan mengajak mereka terlibat dalam pertunjukan.

## Badan mungil, orasi panjang

Ada sisi lain yang membuat kisah ini terasa khas Bany.

Bany bertubuh mungil dan badannya cenderung kurang berisi. Tingginya sekitar 165 cm, sedangkan Gerry dan Jon Fadly memiliki tinggi sekitar 170 cm.

Bagi Bany sendiri, kondisi tubuhnya itu membuatnya merasa lebih lincah saat tampil. Dan ketika melihat kembali pengalamannya di panggung Jammin On The Street, ada satu hal yang jelas dari ceritanya: urusan berbicara di depan penonton ternyata tidak mengenal ukuran badan.

Di tengah lagu *Yang Kan Abadi (lelah)*, Bany terus berbicara, mengajak penonton bernyanyi, menyampaikan pendapat, lalu kembali memberikan aba-aba agar mereka mengikuti lagu.

Orasinya bahkan berlangsung cukup panjang sampai Gerry sempat membisikkan sesuatu kepadanya.

## Bisikan Gerry di tengah orasi

Menurut ingatan Bany, Gerry membisikkan kalimat kurang lebih seperti ini:

> “Parah lu omongannya, tapi tenang, kalau ada yang nyolek elu, gue yang hajar, lanjutin.”

Bany pun melanjutkan orasinya.

Kalau diingat sekarang, kejadian ini punya sisi humor tersendiri. Bany yang bertubuh mungil merasa lebih lincah saat tampil, tetapi malam itu ia juga menunjukkan bahwa dirinya bisa berbicara panjang di atas panggung. Gerry sampai memberikan dukungan dari samping, sementara Bany tetap meneruskan omongannya.

Percakapan singkat tersebut menjadi salah satu cerita di balik penampilan Jammin On The Street. Di tengah lagu dan interaksi dengan penonton, ada pula komunikasi spontan antarpersonel yang menjadi bagian dari pengalaman mereka.

Kisah ini bukan hanya tentang Bany yang berani berbicara di panggung, tetapi juga tentang momen kecil bersama Gerry yang masih diingat setelah bertahun-tahun berlalu.

## Rekaman lama yang sempat terlupakan

Rekaman audio Jammin On The Street sebenarnya pernah diunduh Bany dari 4shared. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu, ia lupa komputer mana yang menyimpan berkas tersebut.

Ketika GIG MODE mulai dikembangkan pada 2026, Bany mengingat kembali pengalaman panggungnya, termasuk cara berinteraksi dengan penonton. Ingatan atas pengalaman itulah yang menjadi bagian dari proses kreatifnya.

Setelah konsep GIG MODE terbentuk, Bany mulai mencari kembali rekaman Jammin On The Street. Pencarian itu akhirnya berhasil. Rekaman audio tersebut ditemukan dan diunduh kembali.

Saat mendengarkannya, Bany dapat menyimak kembali orasi, sapaan, ajakan bernyanyi, dan interaksi yang pernah terjadi di panggung sekitar 2005.

Ada perbedaan penting dalam urutan kejadian ini. Ketika mengembangkan GIG MODE, Bany bertolak dari ingatan atas pengalaman yang pernah dialaminya. Ia tidak sedang memutar rekaman lama sambil merancang konsep tersebut.

Rekaman itu baru ditemukan kembali setelah GIG MODE terbentuk. Audio tersebut kemudian menjadi dokumentasi yang bisa digunakan untuk menelusuri kembali kejadian yang sebelumnya hadir dalam ingatan.

Penemuan ini juga membuka kesempatan untuk mencatat kembali kalimat-kalimat yang diucapkan Bany, termasuk ajakan kepada penonton dan percakapan yang terjadi selama pertunjukan.

## Bukan hanya berdasarkan ingatan

Jejak penampilan Jammin On The Street juga pernah tercatat dalam profil Uprealband yang lebih lama dan dipublikasikan di Scribd. Tulisan tersebut turut menceritakan penampilan Uprealband di acara itu, termasuk ajakan kepada penonton untuk ikut bernyanyi.

Dengan adanya tulisan lama dan rekaman audio, cerita tentang penampilan tersebut tidak hanya bertumpu pada ingatan Bany saat ini. Ada dokumentasi dari masa sebelumnya yang dapat ditelusuri kembali.

Selain audio, penampilan tersebut juga pernah direkam menggunakan handycam milik Jon. Video itu kemudian didigitalisasi dan dibakar ke VCD.

Bany masih mengingat bahwa VCD tersebut pernah diputar melalui pemutar DVD di televisi ruang tamu Upreal Studio. Suara Temmy yang menjadi kamerawan juga terdengar dalam video tersebut.

Sampai tulisan ini dibuat, keping VCD atau berkas video itu belum ditemukan. Namun, belum ditemukannya VCD bukan berarti rekaman videonya sudah pasti hilang. Keberadaannya masih belum diketahui.

Jika suatu hari dokumentasi video tersebut ditemukan kembali, bagian visual dari penampilan Jammin On The Street bisa ditelusuri bersama rekaman audionya.

Untuk saat ini, rekaman audio menjadi bahan yang sedang diperiksa kembali oleh Bany, terutama untuk mencatat dialog dan interaksi yang terjadi selama pertunjukan.

## Dari pengalaman panggung ke GIG MODE

GIG MODE dikembangkan pada 2026 sebagai format audio yang menghadirkan nuansa pertunjukan langsung. Musik menjadi bagian utama, tetapi suasana panggung juga dibangun melalui sapaan, percakapan antarpersonel, celetukan, dan interaksi dengan penonton.

Format ini juga membuka ruang untuk menceritakan latar belakang lagu dan perjalanan Uprealband. Sebelum lagu dimainkan, misalnya, Bany dapat menyampaikan tahun lagu tersebut dibuat atau dirilis, serta cerita yang berkaitan dengannya.

Ketika pengalaman Jammin On The Street kembali teringat dan rekamannya ditemukan, Bany melihat adanya hubungan antara pengalaman panggung masa lalu dan format yang sedang dikembangkan.

Pada penampilan sekitar 2005, interaksi dengan penonton sudah menjadi bagian nyata dari pertunjukan Uprealband. Sementara itu, GIG MODE menghadirkan suasana dan percakapan panggung melalui pendekatan audio yang dikembangkan pada masa sekarang.

Namun, keduanya tetap berada dalam konteks waktu yang berbeda. GIG MODE bukan konsep yang sudah direncanakan sejak 2005. Hubungan tersebut baru terlihat setelah Bany mengingat pengalaman lamanya dan kemudian menemukan kembali dokumentasi audio yang mendukung ingatan itu.

Pengalaman lama tersebut tidak serta-merta menjadi cetak biru GIG MODE. Justru setelah konsep masa kini terbentuk, Bany menyadari bahwa beberapa unsur yang kini dihadirkan dalam format itu pernah muncul secara alami dalam pertunjukan Uprealband bertahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, GIG MODE bukan hanya menjadi format untuk menghadirkan musik dengan nuansa panggung. Format ini juga dapat menjadi ruang untuk membawa kembali cerita-cerita yang menyertai perjalanan Uprealband.

## Rekaman asli Jammin On The Street: Coming Soon

Hingga tulisan ini dibuat, Bany masih berkutat dengan rekaman audio penampilan Uprealband di Jammin On The Street. Ia mendengarkan ulang rekaman tersebut sambil mencatat dialog, sapaan, orasi, dan interaksi yang disampaikannya di atas panggung malam itu.

Proses ini membutuhkan ketelitian. Percakapan yang terdengar perlu dicatat sesuai rekaman agar dokumentasi yang disusun tidak tercampur dengan dugaan atau ingatan yang belum tentu sama persis dengan kejadian aslinya.

Bagi perjalanan Uprealband, rekaman tersebut menyimpan lebih dari sekadar suara musik. Di dalamnya terdapat cara Bany berbicara kepada penonton, mengajak mereka bernyanyi, menyampaikan pemikirannya tentang karya orisinal, dan berinteraksi dengan orang-orang yang hadir malam itu.

Sementara itu, rekaman video dari handycam Jon yang dahulu sempat didigitalisasi ke VCD masih belum ditemukan.

**Rekaman asli Jammin On The Street: coming soon.**

Nantinya, pendengar dapat menyimak langsung dokumentasi audio tersebut dan mendengar bagaimana interaksi panggung itu berlangsung pada masanya.

Sebuah rekaman lama yang kembali ditemukan setelah bertahun-tahun terlupakan. Bukan karena konsep masa kini telah direncanakan sejak dahulu, melainkan karena pengalaman yang pernah terjadi dan dokumentasi yang tersimpan dapat memperlihatkan hubungan yang baru disadari ketika perjalanan itu ditelusuri kembali.

Bagi Uprealband, inilah salah satu bagian dari perjalanan yang sedang dirawat: musiknya, kisah di baliknya, percakapan antarpersonel, dan jejak-jejak yang membuktikan bahwa semua itu pernah terjadi.

03 / RECENT RELEASES

Rilisan
terbaru.

Rilisan terbaru yang masuk ke katalog musik.

Memuat rilisan terbaru…
04 / VIDEO REPRESENTATIVE

Putar
ceritanya.

Tambahkan video yang memang tersedia dari sumber Uprealband.

VIDEO

Sambutlah — Hybrid Official

Video resmi Uprealband dalam format hybrid.

Lihat semua video →
06 / ARSIP

Semua yang
pernah ada.

Potongan visual perjalanan Uprealband dari 2004 sampai sekarang. Jelajahi arsip lengkap di web Arsip Uprealband.

Memuat potongan arsip...
Dokumentasi - 2006
07 / TENTANG

Ini adalah
Uprealband.

Band indie asal Depok sejak 2004. Website ini adalah ruang resmi sekaligus pintu utama menuju karya-karya Uprealband.

Selengkapnya →
PINTU BERIKUTNYA

Masuk lebih
jauh ke KARYA.

Music / Universe / Podcast / Stories / dan karya lainnya.

Masuk ke Karya →

My Instagram

Official Website Since 20 February 2009