Setelah sekitar dua minggu lebih sibuk ngoprek berbagai web UprealBand, akhirnya ada waktu juga untuk kembali mengulik karya.
Kali ini giliran KU MENANTIMU.
Bukan cuma satu versi, lagu ini dicoba dibawa ke beberapa nuansa yang berbeda. Mulai dari Gothic Post Punk, Electro Pop, hingga Alternative Pop Punk.
Satu lagu, tetapi ketika pendekatan musiknya diganti, karakternya ikut berubah.
Eksperimen seperti ini memang salah satu enaknya berada di jalur indie. Tidak harus terpaku pada satu bentuk. Mau mencoba genre lain, mengubah pendekatan aransemen, atau sekadar melihat "kalau lagu ini dibawa ke dunia yang berbeda bakal jadi apa?", ya tinggal dicoba.
Setelah sekitar dua minggu sibuk membangun dan merapikan berbagai ruang digital UprealBand, sekarang karya-karyanya juga mulai punya tempat masing-masing.
Berbagai versi KU MENANTIMU UNIVERSE bisa langsung didengarkan melalui YouTube maupun karya.uprealband.com. Bisa diakses langsung dari HP dan tanpa iklan.
Lalu Bany mulai nyeletuk...
Di tengah ngobrolin berbagai versi tersebut, tiba-tiba Bany malah nyeletuk:
"Eh... kalau jaman sekarang, jangan-jangan bukan KU MENANTIMU lagi, tapi KU MENANTUMU kali, ya?"
Lalu ketawa sendiri. ๐คฃ
Ya begitulah.
Kadang pembicaraan tentang musik bisa berubah menjadi pembicaraan tentang web. Dari web loncat ke aransemen. Dari aransemen tiba-tiba masuk ke permainan kata.
Tidak selalu ada jalur lurusnya.
Tapi mungkin memang itu bagian dari serunya proses kreatif.
Indie itu merdeka.
Merdeka untuk mencoba.
Merdeka untuk bereksperimen.
Merdeka untuk membuat satu lagu punya beberapa wajah.
Bahkan kalau akhirnya muncul celetukan absurd seperti KU MENANTUMU, ya anggap saja itu bonus dari prosesnya. ๐
Yang jelas, KU MENANTIMU sekarang punya beberapa universe untuk dijelajahi.
Gothic Post Punk. Electro Pop. Alternative Pop Punk.
Satu lagu.
Banyak nuansa.
Banyak kemungkinan.
Dan tetap satu nama:
UprealBand.
๐ง Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkan
