MORE VIDEOS, CLICK

" ROCK N REAL - ROCK N RULES "


Panggung Mengajarkan Kami untuk Beradaptasi



Setiap band punya cerita di balik panggung. Begitu juga UprealBand.

Di masa awal perjalanan, kami tidak selalu tampil dengan fasilitas terbaik. Waktu soundcheck (proses pengecekan seluruh sistem suara sebelum pertunjukan dimulai) sering kali terbatas, peralatan berbeda di setiap acara, dan kondisi panggung tidak selalu ideal. Namun justru dari situlah kami belajar bahwa kemampuan beradaptasi adalah salah satu modal terbesar bagi sebuah band indie.

Sejak awal, Jon dan Gerry hampir selalu membawa gitar dan bass mereka sendiri. Instrumen itu adalah bagian dari karakter permainan mereka. Sementara Bany dan Apoy lebih terbiasa menggunakan fasilitas yang sudah disediakan penyelenggara. Bany memakai mikrofon yang tersedia, sedangkan Apoy memainkan drum yang sudah terpasang di atas panggung.

Bukan karena tidak mampu memiliki perlengkapan sendiri, tetapi karena kami percaya seorang musisi tidak boleh terlalu bergantung pada kondisi yang ideal.

Kalau penyelenggara menyediakan mikrofon wireless (mikrofon tanpa kabel), tentu Bany akan memilih itu. Alasannya sederhana, Bany memang bukan tipe vokalis yang bisa diam di satu titik. Bergerak di atas panggung, membangun interaksi dengan penonton, sudah menjadi bagian dari karakter penampilannya. Namun kalau yang tersedia hanya mikrofon berkabel, tidak ada masalah. Pertunjukan tetap harus berjalan maksimal.

Dalam beberapa kesempatan, UprealBand juga membawa kru sendiri. Tugas mereka bukan sebagai kru produksi besar, melainkan membantu hal hal yang paling dibutuhkan, seperti menyiapkan gitar, pedal efek, kabel, dan perlengkapan lain agar pergantian alat berlangsung lebih cepat dan rapi. Kehadiran mereka sangat membantu, terutama ketika jadwal acara padat dan waktu persiapan sangat terbatas.

Untuk urusan FOH atau Front of House (operator audio yang mengatur suara yang didengar penonton melalui sistem utama), kami juga pernah bekerja bersama FOH sendiri, meski tidak sering. Sebagian besar penampilan kami tetap mengandalkan FOH atau soundman yang disediakan oleh penyelenggara. Justru dari situ kami belajar membangun komunikasi yang baik dengan kru audio di setiap venue.

Alhamdulillah, semakin sering tampil, kami juga mulai memiliki bahasa tubuh sendiri di atas panggung. Kadang cukup saling melirik, memberi anggukan kecil, atau membaca ekspresi teman satu band. Tanpa banyak bicara, kami sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Kalau vokal mulai tenggelam, pemain lain akan menjaga dinamika permainan. Kalau ada instrumen yang terlalu dominan, kami saling menyesuaikan. Semua berlangsung alami karena sudah terbentuk dari pengalaman tampil bersama di berbagai kondisi.

Kami juga percaya bahwa FOH yang mencintai musik memiliki tujuan yang sama dengan band, yaitu memberikan pengalaman terbaik bagi penonton. Mereka tentu tidak ingin sebuah band tampil penuh energi, tetapi hasil yang keluar dari speaker gagal menyampaikan semangat itu. Karena itulah, kami selalu berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan FOH. Kami tidak melihat mereka sebagai "orang di belakang mixer", melainkan sebagai bagian dari tim yang ikut menentukan keberhasilan sebuah pertunjukan.

Mungkin suatu hari nanti, ketika perjalanan UprealBand berkembang ke level yang lebih besar, kebutuhan produksi juga akan berubah. Membawa kru yang lebih lengkap, FOH sendiri, atau perlengkapan tambahan tentu menjadi sesuatu yang wajar.

Namun satu nilai yang selalu kami pegang tidak akan berubah: jangan manja terhadap keadaan. Maksimalkan apa yang ada, hormati setiap kru yang terlibat, dan berikan penampilan terbaik di setiap panggung.

Karena pada akhirnya, penonton tidak akan mengingat berapa banyak perlengkapan yang kami bawa.

Mereka akan mengingat bagaimana UprealBand membuat mereka ikut bernyanyi, ikut bergerak, dan ikut merasakan setiap lagu yang kami mainkan.

Komentar