MORE VIDEOS, CLICK

" ROCK N REAL - ROCK N RULES "


uprealband pernah berantem?


Kalau ada yang mengira perjalanan Uprealband selama lebih dari dua dekade selalu dipenuhi tawa dan kekompakan, jawabannya: ya nggak juga.

Sama seperti keluarga, kami juga pernah ribut, ngambek, beda pendapat, bahkan hampir saling lempar stand gitar. Untungnya, kata "hampir" itu tidak pernah berubah menjadi kenyataan.

Di masa-masa awal sekitar 2004 hingga sebelum 2007, ego anak muda dan idealisme masing-masing masih sangat kuat.

Pernah suatu ketika Gerry menghabiskan hampir beberapa shift hanya untuk merekam bass. Bany yang mulai kehilangan kesabaran sampai membuat suasana memanas. Bahkan, kalau mengingatnya sekarang, masih jadi bahan tertawaan bahwa saat itu Gerry hampir "menimpuk" Bany menggunakan stand gitar. Walaupun tentu saja itu tidak pernah benar-benar terjadi.

Di kesempatan lain, personel lain ingin membawakan lagu-lagu populer yang ternyata berada di luar jangkauan vokal Bany. Setelah beberapa kali mencoba, Bany akhirnya memilih keluar dari studio sambil berteriak,

"Vokal bukan mesin!"

Ada juga momen ketika personel lain sudah berada di atas panggung untuk check sound, tetapi Apoy justru masih sibuk memperbaiki penampilan. Sementara yang lain sudah mulai gelisah diatas panggung.

Jon pun tak luput dari kekesalan teman-temannya. Saat mendapat kesempatan belajar dari seorang gitaris legendaris, bukannya semangat menunjukkan kemampuan, Jon malah spontan berteriak,

"Nggak bisaaa!"

Mungkin kalau semua kejadian itu direkam, hasilnya lebih mirip sitkom daripada dokumenter band.

Namun seiring waktu, kami mulai menyadari bahwa bertahan bersama bukan berarti harus selalu sepakat.

Jon dengan gaya bermainnya yang sederhana.

Gerry dengan sifat perfeksionisnya yang selalu mengejar hasil terbaik.

Apoy dengan jiwa mudanya yang penuh semangat.

Dan Bany dengan lirik serta pesan yang ingin disampaikan melalui lagu-lagu Uprealband.

Pada akhirnya, kami sampai pada kesimpulan sederhana.

"Udah Jon, yang simpel-simpel aja."

"Udah Ger, jangan sampai terlalu mengejar sempurna sampai malah jadi penjara buat diri sendiri."

"Udah Poy, namanya juga anak muda."

"Udah Ban, lagu-lagu ini lu yang bikin dan tulis. Lu yang paling tahu jiwa lagu itu. Tugas kita adalah membuat musik yang bisa mengantarkan pesan itu."

Belum tentu semua pendapat selalu sama.

Belum tentu semua orang selalu setuju.

Tapi mungkin memang bukan itu tujuan sebenarnya.

Karena Uprealband tidak bertahan lebih dari dua puluh tahun karena selalu akur.

Uprealband bertahan karena kami belajar bahwa bermain musik ternyata tidak hanya soal nada dan irama.

Melainkan juga soal kesabaran.

Soal menerima karakter masing-masing.

Dan perlahan, kami juga belajar berhenti berusaha mengubah satu sama lain.

Sebab pada akhirnya, Jon tetap Jon.

Gerry tetap Gerry.

Apoy tetap Apoy.

Dan Bany tetap Bany.

Empat kepala yang tidak selalu sependapat itu ternyata masih memilih pulang ke studio yang sama, memainkan lagu yang sama, dan melanjutkan perjalanan yang sama.

Dan mungkin, itulah arti sebenarnya dari sebuah band.

Tidak selalu sepakat.

Tapi memilih tetap bersama.


Komentar