MORE VIDEOS, CLICK

" ROCK N REAL - ROCK N RULES "


perjalanan, sejarah uprealband





UPREALBAND, MARKAS, DAN PERJALANAN YANG TIDAK PERNAH BENAR-BENAR SELESAI

Kadang kami sendiri bingung menjelaskan UpRealband itu sebenarnya apa.

Band?
Studio?
Tongkrongan?
Komunitas?
Atau sekadar sekumpulan orang yang terlalu keras kepala untuk benar-benar hilang?

Mungkin semuanya benar.

Sebelum ada UpRealband, sebelum ada Markas Studio, sebelum ada logo orange yang sekarang masih dipakai sampai hari ini, semuanya dimulai dari kehidupan biasa di lingkungan kecil. Era karang taruna. Era mading. Era penyewaan komik. Era anak-anak kampung yang belajar bikin kegiatan sendiri karena merasa kalau bukan kita yang bergerak, ya tidak akan ada apa-apa.

Di masa itu kami belajar satu hal penting:
komunitas hidup bukan karena uang besar, tapi karena ada orang-orang yang mau peduli.

Dari situ perlahan lahir kebiasaan bikin sesuatu sendiri. Bikin acara sendiri. Tempel poster sendiri. Bikin konsep sendiri. Sampai akhirnya musik datang dan semuanya berubah.

UpRealband lahir bukan dari studio mahal atau industri musik besar. Kami tumbuh dari tongkrongan, ruang sempit, alat seadanya, dan semangat “yang penting jalan dulu”. Bahkan awal-awal drummer kami sempat digantikan FruityLoop karena personil belum lengkap.

Lalu datang era yang mungkin paling penting dalam sejarah kami.

MARK AS STUDIO.

Ya, sebenarnya namanya bukan “Markas”.

Spirit awalnya adalah “MARK AS”.
Tandai ini.
Lihat kami.
Kami pernah ada.
Ini jejak kami.

Tapi entah kenapa akhirnya semua orang membacanya sebagai “MARKAS”, dan lucunya… memang akhirnya tempat itu berubah jadi markas beneran.

Studio itu dibangun di tengah pemukiman padat. Bukan di ruko pinggir jalan. Bukan di kawasan komersial. Dan mungkin justru karena itu kami belajar banyak tentang hidup.

Kami belajar bahwa suara bukan cuma soal bunyi, tapi soal rambatan. Bahwa bass tetap bisa bocor ke rumah sebelah walaupun tembok sudah dilapisi karpet dan busa. Bahwa hubungan baik dengan tetangga kadang lebih penting daripada treatment akustik mahal.

Studio dibangun dengan cara yang sekarang kalau diingat terasa absurd. Busa bekas buah dari Pasar Rebo. Karpet abu-abu. Finishing merah. Langit-langit ditempel pakai steples gun. Kadang sambil pusing kena lem di ruang tertutup.

Tapi di tengah semua kekacauan itu, ada sesuatu yang tumbuh perlahan: identitas.

Warna orange yang dulu cuma cat studio akhirnya jadi warna DNA UpRealband sampai sekarang.

Di Markas kami belajar bukan cuma soal musik. Tapi soal loyalitas, kerja keras, kompromi, dan bertahan hidup.

Kami pernah ikut blind test audio dari MusikTek. File peserta di-rename panitia supaya juri tidak tahu siapa pemiliknya. Nama file kami waktu itu: “Hummingbird”.

Yang menilai bukan orang sembarangan. Tapi hasilnya justru membuat mereka bingung:
“Ini studio apaan sih?”

Lucunya, studio kami waktu itu jauh dari mewah. Tapi mungkin memang benar, hasil tidak selalu mengikuti tampilan.

Karena sejak dulu kami percaya satu hal:

“Beribu kata akan runtuh dengan satu kata: pembuktian.”

Kalimat itu bukan slogan kosong. Itu lahir dari perjalanan panjang ketika banyak orang menebak-nebak siapa kami, lalu salah memahami semuanya.

Orang melihat studio sederhana, mengira hasilnya biasa.
Orang melihat band vacuum lama, mengira sudah bubar.
Orang melihat tongkrongan gang kecil, mengira tidak serius.

Padahal cerita aslinya jauh lebih rumit.

Personil UpRealband tumbuh dengan hidup masing-masing. Ada yang sibuk di dunia saham dan perusahaan. Ada yang fokus audio dan studio. Ada yang bekerja di hukum, pindah-pindah kampus karena pekerjaan, lalu menyelesaikan S2 sambil tetap mengurus studio dan album.

Kami bukan band yang hidup santai tanpa beban. Kami bekerja. Kuliah. Menikah. Membesarkan anak. Bertahan di tengah perubahan hidup.

Bahkan urusan cinta pun dulu sering kalah sama studio.

Sabtu-Minggu yang seharusnya jadi waktu pacaran justru habis di Markas. Jadi wajar kalau banyak hubungan hanya bertahan sebentar lalu hilang begitu saja.

Dan ketika album EVOLUTION selesai, rasanya seperti satu era benar-benar berakhir.

Studio mulai stabil. Personil mulai menikah. Hidup mulai berubah.

Tapi ternyata perjalanan belum selesai.

Bertahun-tahun kemudian, ketika anak-anak mulai besar dan hidup mulai sedikit longgar, muncul pertanyaan sederhana yang justru memantik semuanya lagi:

“Emang dulu UpRealband beneran ada?”

Lucu. Tapi mungkin justru pertanyaan itu yang membuat kami sadar:
kalau jejak tidak dirawat, semuanya bisa hilang.

Dan mungkin sekarang inilah fase baru UpRealband.

Bukan sekadar comeback.
Bukan sekadar nostalgia.

Tapi usaha menjaga jejak agar tidak hilang ditelan waktu.

Karena pada akhirnya, semua ini memang soal eksistensi.

Tentang bagaimana sekumpulan anak tongkrongan dari Depok pernah mencoba meninggalkan tanda bahwa mereka pernah ada.

Dan mungkin…
itu saja sebenarnya sudah cukup.

Salam Eksistensi.

© 2026 Uprealband. All Rights Reserved.

Komentar