Band Kok Kutu Buku? Dari Buku, Sablon, Studio, Album Hingga AI
"Band kok kutu buku?"
Mungkin itulah salah satu kalimat yang pernah didengar Uprealband selama perjalanannya.
Dan lucunya, mereka tidak pernah melihat ada yang salah dengan hal itu.
Tahun 2004, ketika YouTube belum menjadi seperti sekarang, Uprealband belajar sablon dari buku.
Belum ada Shorts.
Belum ada AI.
Dan tidak ada guru khusus.
Yang ada hanyalah rasa penasaran, keberanian untuk mencoba, dan keinginan untuk terus belajar.
Dari sablon itulah, sedikit demi sedikit roda kehidupan berputar.
Mereka belajar mencari nafkah.
Belajar bekerja sama.
Belajar bertanggung jawab.
Dan dari perjalanan itulah, pelan-pelan berdiri sebuah studio musik.
Dari studio itu lahir rekaman.
Lahir album.
Dan lahir perjalanan panjang yang terus berlanjut hingga hari ini.
Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian, Uprealband masih ada.
Masih berkarya.
Masih berkumpul.
Dan sekarang, hidup di zaman AI.
Teknologinya berubah.
Zamannya berubah.
Caranya berubah.
Namun satu hal yang tidak berubah.
Uprealband tetap belajar.
Dan mereka tidak pernah malu akan hal itu.
Karena bagi Uprealband, belajar bukanlah tanda bahwa seseorang bodoh.
Justru sebaliknya.
Belajar adalah tanda bahwa seseorang masih memiliki rasa ingin tahu.
Masih mau bertumbuh.
Dan masih mau menerima bahwa dirinya belum mengetahui segalanya.
Mungkin karena itulah, sejak dulu motto mereka sederhana.
Belajar.
Berlatih.
Dan berkarya.
Dan ketika ada yang menganggap motto tersebut kurang "anak band", mereka tidak marah.
Mereka hanya mengganti bajunya menjadi:
ROCK N REAL.
ROCK N RULES.
Padahal jika dipikir-pikir, isinya masih sama.
Karena bagi Uprealband, rasa ingin tahu tidak pernah bertentangan dengan musik.
Dan membaca tidak pernah membuat seseorang kehilangan jiwa rock n roll-nya.
Bahkan jika melihat perjalanan mereka secara utuh, semuanya terasa seperti rantai yang saling terhubung.
Awalnya dari buku.
Dari buku, mereka belajar sablon.
Dari sablon, lahirlah studio.
Dari studio, lahirlah album.
Dan kini, mereka hidup di zaman AI.
Teknologinya boleh berubah.
Tetapi rasa penasaran tidak boleh padam.
Karena mungkin, yang membuat seseorang tetap relevan bukanlah usianya.
Melainkan kemauannya untuk terus belajar.
Dan mungkin...
yang aneh bukanlah anak band yang gemar membaca.
Yang aneh justru jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, tetapi tidak memiliki rasa ingin tahu untuk mempelajarinya.
Karena bagi Uprealband...
belajar tidak selalu berarti membaca buku.
Tetapi hampir semua perjalanan besar, selalu dimulai dari rasa ingin tahu.
Dan mungkin, itulah sebabnya mereka masih bertahan.
Masih berkarya.
Dan masih terus belajar.
Hingga hari ini.
By Uprealband.
Rock N Real.
Komentar
Posting Komentar