Awalnya… cuma anak nongkrong di studio.
Namanya Derry.
Dari Edelweiss Band.
Datang tanpa tujuan jelas.
Duduk di sudut.
Ngeliatin latihan… dengerin lagu-lagu yang bahkan belum selesai.
Gak banyak bicara.
Tapi selalu ada.
Kayak bagian kecil dari suasana…
yang lama-lama ikut tumbuh di dalamnya.
Sampai suatu hari…
Derry ngajak Uprealband manggung di acara sekolahnya.
Tahun 2005.
Bukan panggung besar.
Bukan event mewah.
Tapi justru dari situ… semuanya mulai bergerak.
Malam sebelum hari H…
Uprealband loading alat.
Jaraknya sebenarnya gak jauh dari studio.
Tapi tetap, semua diangkut pakai mobil pick up.
Ampli dinaikin satu-satu.
Drum diangkat pelan-pelan.
Kabel digulung seadanya.
Gak ada yang fancy.
Gak ada sistem ribet.
Tapi satu hal jelas…
Semua dikerjain dengan serius.
Besoknya…
Uprealband bukan cuma manggung.
Di hari itu…
jadi pertama kalinya Uprealband dapet job:
nyewain sound system dan alat band.
Kecil… tapi jadi awal.
Dari situ, roda mulai berputar.
Dan Derry?
Masih sama.
Masih nongkrong.
Masih ngeliatin.
Tapi pelan-pelan… mulai belajar.
Waktu berjalan…
Derry dan band-nya, Edelweiss Band,
sempat rekaman di studio markas Uprealband.
Yang dulu cuma penonton…
sekarang mulai masuk ke dalam cerita.
Hari ini…
Derry bukan cuma datang dan melihat.
Dia sering ada…
di balik drum Uprealband.
Sebagai additional drummer,
dia sering bantu di berbagai penampilan…
bahkan sampai ke event yang lebih besar,
seperti 1000 Band United.
Dari panggung kecil…
pelan-pelan naik ke panggung yang lebih luas.
Dan bukan cuma itu…
Derry juga ikut rekaman
di lagu baru setelah album EVOLUTION.
Dari sekadar nongkrong… jadi bagian dari perjalanan.
Bukan karena instan.
Bukan karena kebetulan.
Tapi karena dia tetap ada…
dari awal.
Dan mungkin…
tanpa banyak orang sadar…
cerita seperti ini yang bikin sebuah band tetap hidup.
Bukan cuma dari lagu.
Tapi dari orang-orang yang tumbuh di sekitarnya.
🎧 Dengerin karya Uprealband di Spotify:
© 2026 Uprealband. All Rights Reserved.
Komentar
Posting Komentar