Awalnya, ini hanya rencana.
Tentang waktu yang sulit disatukan.
Tentang kesibukan yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan.
Bahkan, untuk mewujudkan pertemuan ini…
harus ada yang dikorbankan.
Cuti kerja.
Sebuah keputusan yang mungkin terdengar sederhana,
tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ini bukan sekadar kumpul biasa.
Dan setelah semua itu, akhirnya hari yang ditunggu datang.
Bany, Gerry, dan Jon benar-benar bertemu.
Tidak lagi sekadar wacana.
Tidak ada seremoni.
Tidak ada pengumuman besar.
Hanya sebuah ruangan,
dua layar yang menyala,
dan suara yang diputar berulang-ulang.
Beberapa bagian dihentikan.
Beberapa diperbaiki.
Sisanya… didengarkan lebih dalam.
Dari situ, perlahan sesuatu mulai terbentuk.
Yang sebelumnya hanya dibicarakan,
kini mulai dikerjakan.
Yang tadinya belum jelas,
mulai menemukan arah.
Tidak banyak kata yang terucap.
Tapi suasananya cukup untuk menjelaskan segalanya.
Sampai akhirnya, satu kalimat sederhana keluar.
Gerry sang bassist uprealband mengatakan,
ia sudah mengerti arahnya.
Kalimat singkat,
tapi cukup untuk menandakan bahwa sesuatu sudah mulai terkunci.
Namun di saat yang sama, ada satu hal yang tidak bisa dihindari.
Waktu.
Pertemuan itu terasa masih belum cukup.
Masih ada bagian yang belum selesai.
Masih ada proses yang harus dilanjutkan.
Dan bahkan untuk itu…
sepertinya waktu yang ada sekarang belum bisa mengakomodasi semuanya.
Mungkin, akan ada pertemuan berikutnya.
Mungkin, akan ada cuti berikutnya.
Karena ketika arah sudah ditemukan,
yang tersisa hanyalah menyelesaikannya.
Dan proses itu…
jelas belum selesai.
Apa yang sebenarnya sedang mereka siapkan?
Belum ada yang benar-benar dibuka.
Tapi satu hal sudah terasa—
sesuatu sudah dimulai. 🎸🔥
🎧 Dengarkan karya Uprealband di Spotify
Klik di sini untuk mendengarkanFollow Uprealband:
Instagram: @uprealband
TikTok: @uprealband

Komentar
Posting Komentar